Latest News

5 Tips Selamatkan Hubungan dari Perpisahan

, Posted by Mr. Jabat at 20.08




Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kita akan selalu menemukan ketidakcocokan. Begitu juga ketika Anda berpacaran maupun menikah dengan seseorang. Pertengkaran atau adu pendapat bisa saja terjadi dan itu bukanlah hal yang buruk. Sebab, ini dapat membantu mendewasakan hubungan.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara Anda menghadapi pertengkaran itu, agar perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi bila ternyata adu argumen ini membuat hubungan Anda berdua sekarang berada di ujung tanduk. Coba simak tips berikut untuk menyelamatkannya:

1. Bersedialah mengalah
Riset membuktikan, adanya kerelaan dari salah satu pasangan untuk mengalah agar bisa berbaikan dapat membantu membentuk hubungan yang harmonis dan kuat. Yang menarik, tidak perlu kedua belah pihak untuk saling mengalah agar hal ini bisa tercapai. Jadi, jika Anda memang cinta pada pasangan, berinisiatiflah untuk mengalah duluan.

2. Ingatlah bahwa setiap orang punya hak sebagai individu
Banyak wanita sering mengalami masalah dalam hubungannya dengan pria karena terlalu ingin menyenangkan hati pasangan dan mengesampingkan dirinya sendiri. Padahal, survei memperlihatkan bahwa perempuan yang berani mengemukakan pendapat dan keinginan, serta mengetahui bahwa setiap orang punya hak individu, bisa menjalani hidup yang lebih bahagia bersama pasangan.

3. Katakan ya, ya, ya!
Seberapa sering Anda berkata ya -atau kata-kata positif lainnya- kepada pasangan? Psikolog John Gottman mengatakan, suatu hubungan dapat diprediksikan apakah akan awet atau putus di tengah jalan dengan melihat berapa banyak kata positif yang terucap dalam percakapan, dibanding kata-kata negatifnya. Jadi, semakin sering Anda mengutarakan hal-hal yang positif, hubungan Anda akan semakin kuat dan tidak mudah diterjang badai.

4. Hindari sikap perhitungan
Di saat pertengkaran dimulai, sebagian orang akan mulai hitung-hitungan. Yang simpel saja, sudah berapa kali dia mengalah dan menuruti permintaan pasangan, lalu setelahnya meminta imbal baliknya. Sementara pada pasangan yang menikah, yang jadi bahan perhitungan biasanya adalah seputar pekerjaan di rumah. Mulai dari siapa yang lebih sering mengurus anak hingga membereskan tempat tidur.
Menurut konselor Paula Hall, tidak ada gunanya hitung-hitungan seperti ini. "Ketika seseorang merasa melakukan lebih banyak daripada pasangannya, mereka akan merasa kurang dihargai," kata Hall. "Tapi, ini bukan alasan untuk menjadikannya topik perdebatan. Lebih baik terangkan pada pasangan apa yang Anda rasakan, agar dia lebih memahami posisi Anda."

5. Katakan terima kasih
Kebahagiaan selalu datang dari sikap bersyukur dan berterima kasih. Karenanya, ketika pasangan Anda melakukan sesuatu bagi Anda, katakan terima kasih. Menurut psikolog perilaku, Jo Hemmings, pasangan yang selalu melakukan hal-hal kecil untuk yang lain dan dibalas dengan ungkapan terima kasih, akan memiliki hubungan yang harmonis dan awet.

"Banyak pasangan mulai melupakan hal ini sejalan dengan waktu," kata Hemmings. "Tapi jika Anda dihargai untuk hal yang Anda lakukan, Anda akan merasa bahagia dan ingin melakukannya lagi. Nah, perasaan itulah yang harus Anda ingat. Karenanya, lakukanlah untuk pasangan Anda," tambah Hall lagi.

Currently have 3 comments:

  1. Thanks for sharing information.

  1. postingan yang sangat menarik,,,

Leave a Reply

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Blog ini, Demi Majunya Blog ini Saya Mohon Kritik dan Saran Anda Yang membangun.